Sabtu, 03 Mei 2014

Seseorang yang ingin dipanggil " Bunda "

Ya, lagi lagi kekecewaan itu harus ku telan. Pahit memang. Tapi biasanya yang namanya obat itu pahit. Dan karena pahit itulah kita bisa sembuh. Mungkin itu adalah salah satu yang bisa menguatkan aku. Dengan harapan ada sesuatu yang manis di seberang sana.

Entah keberapa kalinya aku mengeluh, padahal aku sendiri tau betul yang namanya mengeluh itu gak baik. Oke, ralat ya istilahnya bukan mengeluh, tapi mengadu. *eehh, sama aja ya? Oke. * tentunya sama Yang Maha Kuasa. Tiap kutanya "mengapa" ko jawabannya seperti ada di aku gitu. Seberapa dekat aku dengan-Nya? Seberapa ingat aku pada-Nya? Seberapa taat aku pada-Nya? Dan seberapa-sebarapa lain yang semuanya memojokkan. Rabb, mungkin memang selama ini aku yang membuat diriku jauh dari-Mu. Dan disaat itu aku meminta kehadirannya?? Ironis memang. Dimana-mana yang namanya meminta itu mendekat, bukan menjauh. Kiranya itu alasan-Mu hingga saat ini Kau belum menitipkannya.

Kini, sedang kucoba memperbaiki jarakku dengan-Mu. Lebih dekat dan lebih dekat lagi. Sesungguhnya Kau yang maha mengetahui kapan waktu yang tepat. Dan sebagai manusia, sabar itu adalah sebaik-baiknya amalan. Tentunya Kau juga maha tahu atas itu. Berilah kesabaran yang lebih dalam fase menunggu ini.



* seseorang yang ingin dipanggil " bunda "