di kepala saya mungkin tak terhitung ya pertanyaan semacam itu, kapan, kapan, kapan?? sudah bejibun. difikir-fikir cape juga ya, sempat bertekad buat menjalani apa adanya, sudahlah biar waktu aja yang menjawab, toh waktu itu juga sudah tertulis dari sananya. oke, fix yaa.. buang semua pertanyaan itu, dikuras habis dari kepala. persentasenya sudah 80% nih, bakal berhasil. tapi, yaa lagi-lagi si godaan dateng. selalu aja mata ini menangkap status orang-orang yang meng-agul-agulkan ke*******nya. aku ini, aku itu, ngarasa ini. itu. ya persentasenya drop. susah. sulit. selalu aja ada hal-hal yang merusak. padahal kan gak semestinya begitu. mungkin itu kali ya, yang dinamakan dengan sirik. iri. dengki. *astaghfirullahaladziim* semoga bukan.
gak tau lagi deh harus dari mana mulainya lagi, semua yang udah dicanangkan dari awal tuh, seolah disapu angin. terbang tak tersisa. tinggal debunya saja yang menyesakkan hidung, dan memerihkan mata *ini bahasa apa ya, ngaco!!* jadi intinya sekarang yaa tetap berharap. tapi usahanya di cukupin aja kali ya.. menunggu hasil aja deh, tentunya dari usaha yang udah dilakuin dulu, sebelum semuanya hancur berantakan disapu angin. *tsahhh bahasa saya sudah seperti penulis aja nii*
begitulah...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar