Teror si pita
hijau
Ternyata aku semenyerah ini
Hingga sampai pada satu titik
Dimana kejenuhan tak lagi
bisa ku cairkan
Selamat,
Anda menang dan patut
berbangga diri, wahai ratu keputusasaan.
Lihatlah !
Semua orang tertawa dengan
puasnya,
Mengolok dan mencemooh.
Aku sadar kebodohanku,
Menyerah pada takdir,
Yang sebenarnya masih bisa ku
rubah.
Semua hanya tentang waktu,
Yang senantiasa ajarkan tuk
menunggu.
Namun sayang,
Saat DIA bilang tunggu,
Kau satu langkah lebih unggul
di depanku.
Dan,
Kau taburlah virus itu,
Hingga terrusaklah semuanya.
Terror si pita hijau, itulah
senjatamu.
Anda berhasil, sekali lagi
SELAMAT.
25 oktober 2013

Tidak ada komentar:
Posting Komentar