Senin, 03 Maret 2014

saat resign...



Teror si pita hijau

Ternyata aku semenyerah ini
Hingga sampai pada satu titik
Dimana kejenuhan tak lagi bisa ku cairkan
Selamat,
Anda menang dan patut berbangga diri, wahai ratu keputusasaan.
Lihatlah !
Semua orang tertawa dengan puasnya,
Mengolok dan mencemooh.
Aku sadar kebodohanku,
Menyerah pada takdir,
Yang sebenarnya masih bisa ku rubah.
Semua hanya tentang waktu,
Yang senantiasa ajarkan tuk menunggu.
Namun sayang,
Saat DIA bilang tunggu,
Kau satu langkah lebih unggul di depanku.
Dan,
Kau taburlah virus itu,
Hingga terrusaklah semuanya.
Terror si pita hijau, itulah senjatamu.
Anda berhasil, sekali lagi SELAMAT.


25 oktober 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar